health


Di kota-kota besar seperti Jakarta, bukanlah jarang layanan spa di salon-salon untuk sekedar melepas stres sekaligus memperindah kulit Anda. Dari ujung rambut seperti hair spa, untuk perawatan tubuh bisa dicoba body spa, dan untuk perawatan kaki yakni foot spa. Namun sudahkah Anda mencoba fish spa?

Sekilas kedengarannya memang sedikit aneh dan membuat kita jadi agak ragu untuk mencobanya, “kok ikan bisa jadi tukang pijat?!”. Jangan takut dulu, karena bukan ikan-ikan yang bertubuh besar seperti yang biasa kita makan, namun ikan-ikan kecil yang akan membantu Anda melepas lelah sekaligus memperindah kaki. Mereka adalah ikan-ikan kecil yang berasal dari Turki, Garra Rufa atau Doctor Fish julukannya (http://en.wikipedia.org/wiki/Doctor_fish). Dokter ikan ini membantu memperbarui sel kulit mati kita, memperlancar peredaran darah, juga dapat menstimulasi titik akupuntur. Cara kerja mereka sederhana yakni hanya menggigiti bagian kaki Anda saja dan tentunya rasa geli akan sangat terasa pada awalnya. Sesudahnya kaki akan terasa lebih rileks dan kulit menjadi lebih lembut dan halus. Perawatan ini bisa dijadikan alternatif  selain manicure atau pedicure tradisional lainnya.

Layanan spa untuk perawatan kaki ini sudah banyak terdapat di berbagai negara, sebut saja Jepang, Belanda, China, Korea Selatan, Taiwan, Malaysia (Genting Highland) juga Singapura. Di Indonesia, terdapat di Mal Ciputra – Jakarta Barat. Anda hanya menghabiskan sekitar Rp.50.000,- setiap 20 menitnya. (Yulinthia)

(Gambar : http://www.flickr.com/photos/lkarzag)

Kesehatan adalah hal yang paling berharga bagi setiap manusia di dunia. Siapa yang tidak kenal dengan penyakit kanker yang sudah terkenal di kuping banyak orang di dunia ini. Anda pun sebagai wanita tentu tidak akan acuh terhadap penyakit kanker payudara bukan ? Maka ada baiknya mencegah dari pada mengobati pastinya, apalagi dengan asupan bahan makanan alami.

breast_cancerMemilih-milih asupan bahan makanan juga hal penting bagi tubuh kita untuk mencegah datangnya macam-macam penyakit. Pernah mendengar Selenium sebelumnya ? Selenium adalah mineral alami yang mengandung antioxidant. Beberapa bahan makanan yang mengandung mineral ini adalah brokoli, kacang Brazil, tomat, kulit padi, bawang bombai dan ikan tuna. Antioxidant yang terkandung dalam Selenium dapat menambah sistem kekebalan tubuh sehingga dengan mengkonsumsi suplemen selenium kesempatan sel kanker yang berkembang dalam tubuh pun dapat dikurangi. Pada suatu pembelajaran, terbukti bahwa wanita yang mengkonsumsi suplemen ini dapat mengurangi sel kanker payudaranya hingga 50 persen. Untuk mencegahnya Anda perlu mengkonsumsi sebanyak 200mcg setiap harinya dalam bentuk suplemen. Namun jika Anda mengkonsumsi terlalu berlebih dapat menyebabkan pusing, enek, kerontokan pada rambut dan lainnya. Tunjang hidup Anda dengan asupan-asupan bahan makanan yang alami, maka hidup sehat pun akan menjauhkan anda dari penyakit. (Yunita)

(Gambar : http://www.topnews.in/usa/aspirin-day-keeps-breast-cancer-away-2293)

Wanita di dunia mempunyai kodrat untuk melahirkan bayi yang dikandungnya selama 9 bulan ke dunia. Namun tak jarang juga, beberapa ibu mengalami trauma sakit saat proses kelahiran si bayi. Water Birth bisa menjadi salah satu pilihan si ibu untuk melahirkan tanpa trauma tersebut.

Pertama kali muncul di Rusia, sekitar tahun 1960 seorang peneliti bernama Igor Charkovsky memulai penelitiannya tentang manfaat serta keamanan melahirkan bayi dalam air. Kemudian seorang dokter kebidanan Perancis, Frederick Leboyer, mengembangkan penelitiannya untuk menyelamkan bayi yang baru lahir ke dalam air hangat untuk memudahkan transisi si bayi dari rahim ibu ke dunia. Dan berkembang di Amerika sekitar tahun 1961 hingga saat ini (http://en.wikipedia.org/wiki/Waterbirth).

Water birth merupakan metode melahirkan bayi di dalam kolam air hangat. Tidak jauh berbeda dengan proses persalinan yang biasanya dilakukan di atas tempat tidur, hanya saja pada saat pembukaan ke-enam si ibu masuk ke dalam kolam air hangat hingga proses persalinan selesai. Ada beberapa ibu yang memilih sebelum persalinan saja berendam di dalam air hangat tersebut, kemudian proses persalinan tetap di luar seperti biasa. Berendam di kolam air hangat dan dipadu dengan teknik pernapasan yang baik dapat melancarkan proses persalinan si ibu dengan lebih baik dan lancar. Pada dasarnya, air hangat tesebut membantu si ibu untuk merasakan rileks dan tidak tegang, sehingga otot panggul si ibu akan terasa lebih lemas dan daerah perineum (daerah sekitar vagina dengan anus) bisa lebih lentur pada saat kepala si bayi mulai keluar. Rasa sakit yang terasa pun bisa berkurang hingga 80%.

Metode persalinan ini tidak dianjurkan bagi ibu yang memiliki otot panggul kecil dan harus melakukan persalinan dengan operasi caesar. Lalu bila si ibu memiliki penyakit herpes, biasanya dapat beresiko menularkan penyakit tersebut melalui mata, selaput lender dan tenggorokan bayi, karena kuman herpes dapat bertahan di dalam air. Jangan lupa untuk memastikan kolam yang digunakan saat proses persalinan harus steril dan tidak rentan terinfeksi kuman juga virus lainnya. (Melania)

(Gambar : http://www.flickr.com/photos/goz)