Wanita di dunia mempunyai kodrat untuk melahirkan bayi yang dikandungnya selama 9 bulan ke dunia. Namun tak jarang juga, beberapa ibu mengalami trauma sakit saat proses kelahiran si bayi. Water Birth bisa menjadi salah satu pilihan si ibu untuk melahirkan tanpa trauma tersebut.

Pertama kali muncul di Rusia, sekitar tahun 1960 seorang peneliti bernama Igor Charkovsky memulai penelitiannya tentang manfaat serta keamanan melahirkan bayi dalam air. Kemudian seorang dokter kebidanan Perancis, Frederick Leboyer, mengembangkan penelitiannya untuk menyelamkan bayi yang baru lahir ke dalam air hangat untuk memudahkan transisi si bayi dari rahim ibu ke dunia. Dan berkembang di Amerika sekitar tahun 1961 hingga saat ini (http://en.wikipedia.org/wiki/Waterbirth).
Water birth merupakan metode melahirkan bayi di dalam kolam air hangat. Tidak jauh berbeda dengan proses persalinan yang biasanya dilakukan di atas tempat tidur, hanya saja pada saat pembukaan ke-enam si ibu masuk ke dalam kolam air hangat hingga proses persalinan selesai. Ada beberapa ibu yang memilih sebelum persalinan saja berendam di dalam air hangat tersebut, kemudian proses persalinan tetap di luar seperti biasa. Berendam di kolam air hangat dan dipadu dengan teknik pernapasan yang baik dapat melancarkan proses persalinan si ibu dengan lebih baik dan lancar. Pada dasarnya, air hangat tesebut membantu si ibu untuk merasakan rileks dan tidak tegang, sehingga otot panggul si ibu akan terasa lebih lemas dan daerah perineum (daerah sekitar vagina dengan anus) bisa lebih lentur pada saat kepala si bayi mulai keluar. Rasa sakit yang terasa pun bisa berkurang hingga 80%.
Metode persalinan ini tidak dianjurkan bagi ibu yang memiliki otot panggul kecil dan harus melakukan persalinan dengan operasi caesar. Lalu bila si ibu memiliki penyakit herpes, biasanya dapat beresiko menularkan penyakit tersebut melalui mata, selaput lender dan tenggorokan bayi, karena kuman herpes dapat bertahan di dalam air. Jangan lupa untuk memastikan kolam yang digunakan saat proses persalinan harus steril dan tidak rentan terinfeksi kuman juga virus lainnya. (Melania)
(Gambar : http://www.flickr.com/photos/goz)
December 22, 2008 at 9:26 am
Nice post… good… keep it going!!!